Assalamualaikum Wr. Wb. Pertama saya mengucapkan terima kasih karena telah membaca artikel ini semoga cerita ini bisa dibaca dengan senang hati. Perkenalan Saya Nurul Aiman mahasiswa UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG jurusan manajemen fakultas ekonomi, saya menulis cerita ini untuk memenuhi tugas mata kuliah kewarganegaraan saya. Nah Kali ini aku akan bercerita tentang hebatnya kedua orang tua ku yang sudah merawat ku sampai sekarang aku di bangku kuliah, wah gak kebayang kan betapa sayang nya mereka yang telah merawatku, mulai aku di dalam kandungan sampai aku berada di bangku kuliah ini mereka tidak pernah sekalipun mengucapkan kata lelah karena telah merawat aku. Padalah jika aku bayangkan betapa lelahnya orang ku yang telah merawatku selama belasan tahun sepertinya aku tidak bisa se kuat kedua orang tua ku deh. Intinya aku banyak banyak mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kasih sayang yang tulus mereka berikan kepada ku, meski aku tidak bisa membahagiakan mereka sekarang, tapi aku berjanji jika aku sudah lulus kuliah aku akan membalas semua jasa mereka yang sebenarnya tak bisa di tandingi dengan apapun tapi, aku tetap harus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan mereka.
Aku memiliki ayah dan ibu yang sama sama dari Jawa dan selisih umur mereka pun tidak jauh berbeda, aku sebenarnya anak kedua sih gaes cuman anak pertama atau kakakku sudah wafat saat dia telah lahir dan aslinya aku juga punya adik tetapi ibu aku keguguran waktu kandungannya masih 6bulan an, jadi aku anak ke2 tetapi bisa di sebut anak tunggal wkwk. Hah anak tunggal? Dan yang pertama di pikiran orang orang tentang anak tunggal (Pasti di sayang banget ya? Pasti selalu di turuti keinginannya ya?, pokonya selalu di bolehin izin kemanapun, uang sakunya pasti lebih) pasti gitu kan gaes. Jadi menurutku sendiri anak tunggal itu tidak Hanya berhubungan dengan hal hal di manja sih ya tapi menurutku iya sih bener selalu di kedepankan karena memang anaknya cuma satu wkwk tetapi hal yang bener bener aku perhatikan adalah tenteng reputation dan bagaimana aku harus membanggakan dan tidak mengecewakan mereka karena aku adalah harapan satu satunya mereka, bagaimanapun juga aku harus memberikan yang terbaik karena ayah ibu aku telah memberikan yang terbaik juga kepadaku.
Ngomong ngomong tentang ayah dan ibu aku, ayah dan ibu aku adalah pegawai swasta di perusahaan PT BOX TIME INDONESIA di kawasan industrial PIER mulai mereka belum menikah loh, jadi sudah beberapa puluh tahun yang lalu mereka sudah bekerja dan sampainya mereka bertemu dan akhirnya menikah. Ibu aku pernah cerita sih kalau semasa mengandung aku ibu aku sambil kerja loh wahh gak kebayang kan betapa besar kerja kerasnya, dan ketika aku sudah di lahirkan dapet beberapa bulan ibu aku udah kerja lagi dan aku di asuh kan kepada bibi aku sampai umur 3 tahunan, saat umur 3 tahun aku di asuh oleh nenek dari ayah aku sampai aku sudah sekolah di TK, sejak aku sekolah TK aku di pindah asuh kan ke bibi aku lagi jadi yang ngerwat, mandiin, nyuapin saat makan, nganter sekolah sampai jemput sekolah TK itu bibi aku, jadi aku ketemu ayah dan ibuku hanya di sore hari saja malam tidur dan ketika sudah pagi ayah dan ibu aku berangkat kerja lagi dan sampai aku sudah memasuki SD aku sudah lebih sedikit mandiri cuman tetap di jaga oleh bibi aku. Semua berjalan bahagia meskipun waktu untuk berkumpul cuma sore sampai malam saja, dan saat aku menginjak kelas 3 SD aku tak tau kenapa keluarga aku seperti ada masalah tetapi aku masih biasa saja dan tidak memperhatikan sangat jelas, waktu tetap berjalan dan aku mulai merasa ayah dan ibu aku setiap hari bertengkar dan sampai aku mengetahui sendiri ayah aku menampar ibuku dan aku bersama ibuku di seret dan di suruh tidur di depan rumah itu pertama kali aku mengetahui dan aku merasa hancur banget karena keluarga yang sangat harmonis sekali yang kU tahu tiba tiba saja ada pertengkaran ini dan aku ga habis pikir. Seiring berjalannya hari ibu aku bercerita kepada kU kalau tabungan yang selama ini
Mereka kumpulkan bersama dengan susah payah itu di habiskan ayah untuk befoya foya dan kata ibuku ayahku sih punya selingkuhan dan ternyata tetangga sendiri ya Allah dia yang merayu ayahku untuk menghabiskan uang tabungan ayah ibuku aku tak tau kenapa ayahku mau entah di guna guna atau apa aku juga gatau, sejak aku tahu kalau tetanggaku sendiri yang telah merusak rumah tangga ayah ibuku pastinya aku sangat kesal apalagi setiap ketemu dia rasanya pengen aku Jambak rambut dan cakar cakar mukanya ,semenjak itu juga ibuku tak pernah di kasih uang dan aku tak pernah di sapa seperti bukan anaknya. setelah pertengkaran ini setiap hari terjadi, Keesokan harinya Ibu aku memutuskan mengajakku untuk pergi dan tinggal di rumah nenek Ibuku dan aku tinggal di sana sekitar 1 bulanan lebih lah, dan ibu aku sudah ingin menggugat cerai Disitulah aku mulai mikir Kemana mana kenapa ini terjadi pada keluarga kU yang awalnya sangat sangat harmonis dan sekarang hubungan ayah ibuku di ujung tanduk, aku tak ingin ayah dan ibuku cerai jadi setiap hari aku berdoa sekiranya jangan sampai mereka cerai namanya juga anak kecil masih butuh seorang ayah dan ibu untuk menuntutnya menuju pintu suksesnya, aku gatau dan aku bahagia banget tiba tiba ayah aku menjemput ibuku untuk pulang kerumah Kita tetapi ibu tidak mau , dan ayahku menjemput lagi minggu depannya tetapi ibuku terap tidak mau, sampai ke-3 kalinya ayahku menjemput ibuku dan aku bingungnya ibuku mau dan kita pulang ke rumah, sesampai di rumah tiba tiba ayah minta maaf dan mengatakan kalau tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi, setelah permasalahan ini selesai Ayah aku berjanji untuk menabung kembali hasil kerja keras mereka berdua untuk masa depan kita semua.
Semua berjalan harmonis seperti semula, kita memiliki rumah yang kecil dan sangat sederhana, karena ibu aku ingin memiliki rumah yang sedikit lebar jadi ingin menabung dan membeli tanah, seiring berjalannya waktu 2 tahun kemudian ayah dan ibu aku membeli tanah dan membangun rumah dan itu aku ingat aku masih kelas 8 SMP ketika rumah yang di impikan ibuku selesai kami bertiga pindah kerumah yang baru, gk lama kemudian ayah menginginkan untuk beli mobil dan akhirnya ayah dan ibuku menabung lagi dan 1 setengah tahun kemudian ayah dan ibuku memutuskan untuk membeli mobil, saat aku sudah memasuki sekolah SMK ayah dan ibu aku bertanya pada ku kalau ingin kuliah apa kerja dan aku sih spontan bilang kalau aku pngn kerja karena gatau kenapa aku tidak tertarik sama sekali untuk kuliah, meski tidak kuliah ayah dan ibuku Tetap menabung. Sampai di saat aku kelas 12 SMK semeter 1 aku masih tetap berkeputusan bulat untuk kerja jadi aku tidak ada keinginan untuk kuliah nahh entah apa yang terjadi gaada angin gaada hujan tiba tiba di semester 2 SMK aku pngn banget kuliah nah langsung tuh pulang sekolah bilang ke ayah dan ibu kalau aku pngn banget kuliah dan kata ayah ibuku sih semua terserah aku karena semua aku yang jalanin, tapi ibu aku bertanya apakah sudah siap untuk kuliah, apakah sudah siap untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi, ya bener juga sih karena waktunya sudah mepet pendaftaran SNMPN dan SNMPTN dan aku belum belajar apapun untuk tes masuknya. Aku dulu pengen banget kuliah di politeknik negeri Malang jadi aku ikut tes SNMPN dan Ketika pengumuman SNMPN aku ga lolos ya karena memang seleksi nilai sih, saat ada jalur SBMPN tuh ikut tapi tetep ga lolos dan ada tes mandiri politeknik negeri Malang tetapi aku mikir kalau jalur mandiri pasti mahal tetapi kata ibu aku suruh nyoba saja dan nasib tidak beruntung aku tidak lolos jalur mandiri dan di tolak Polinema 3x berturut turut. Saat itu aku udah Down banget karena emang gaada persiapan dan mepet banget , saat Aku Down bener bener ayah dah ibu aku nyemangati dan selalu SUPPORT apapun keinginanku jadi ketika ada tes mandiri tertulis UIN MALANG coba daftar deh dan ikut tesnya ternyata lolos ya meski ga sesuai ekspektasi tapi tetep bersyukur bisa di terima di perguruan tinggi negeri dan sampai saat ini ayah dan ibu aku selalu SUPPORT aku di saat aku lelah ngerjakan tugas mereka selalu menghibur ku, terima kasih ya Allah telat mempertemukan ku dengan orang tua yang sangat sangat baik dan pekerja keras demi kebahagiaan ku. Intinya banyak banget ucapan terima kasih dari aku untuk ayah ibu, terima kasih selalu mendukung aku, selalu menguatkan aku, selalu menuruti keinginanku, selalu memenuhi kebutuhanku mulai dari kecil sampai saat ini. Mungkin ucapan terima kasih ini tidak cukup untuk membalas jasa jasa kalian selama ini. Aku berpesan intinya jangan sampai mengecewakan orang tua kita selagi masih ada karena di luar sana banyak orang yang tidak memiliki orang tua, jadi jangan sampai membuat mereka kecewa, jangan sia Siakan orang tua selagi mereka masih ada, karena kalau mereka sudah tiada pasti menyesal dan penyesalan itu tiada gunanya.
Pesan yang ingin aku sampai kan ke ayah dan ibuku adalah terima kasih selama ini telah membesarkan Aiman, selalu memberikan yang terbaik , maaf aku belum bisa membalas Budi dan belum bisa membuat kalian bahagia tetapi aku janji suatu saat aku akan bahagiain kalian. Gaada lagi kata selain terima kasih yang sebanyak banyaknya. Intinya kelian adalah orang tua terkuat ku
Sekian dari saya jika ada kekurangan dan kekeliruan kata saya mohon maaf sebesar besarnya ya, terima kasih telah membaca artikel ini teman teman, saya akhiri terima kasih Wassalamualaikum Wr. Wb.