Kamis, 08 April 2021

Muslim bukan teroris

 Assalamualaikum wr wb, bertemu lagi dengan saya di artikel ini, pertama Tama saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pembaca yang telah sempat membaca artikel ini semoga bisa menghibur dan menambah wawasan. Disini saya akan membahas tentang terorisme yang sedang marak terjadi di negara kita tercinta ini. Sebenarnya apasih terorisme itu, Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan. Lalu apa sih faktor atau penyebab terjadinya terorisme itu? Berikut contoh faktor penyebab terjadinya aksi teror atau terorisme, yang pertama adalah telah mendapatkan ajaran tentang teror, yang kedua adanya komunitas garis keras pendukung gerakan radikal tersebut yang memberi doktrin kepada pengikutnya baik secara langsung maupun lewat dunia maya. Yang ketiga ideologi yang terlegitimasi dan mengakar, Misalnya mereka memperbolehkan untuk membunuh dan melakukan kekerasan. Di Indonesia sendiri sudah banyak kasus kasus tentang terorisme yang menggemparkan warga mulai dari pembunuhan dan bom bunuh diri, lantas adakah undang udang tentang terorisme di Indonesia? Pastinya ada dong yaitu  Dengan Persetujuan Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk menetapkan UNDANG-UNDANG Tentang Perubahan atas UNDANG-UNDANG Nomor 15 Tahun 2003 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UNDANG-UNDANG Nomor 1 TAHUN 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi  UNDANG-UNDANG. Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi Pasal 1 Dalam Undang-Undang “Tindak Pidana Terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini”.


Lalu kenapa sih agama Islam sering kali di kait kait kan dengan kejadian yang sedang marak terjadi ini? Terorisme seringkali ditudingkan kepada umat Islam, terutama golongan Wahabi/Salafi. tuduhan Islam sebagai pelaku utama dari tindakan teroris ini kini semakin menjadi jadi. Tuduhan itu tak hanya semata-mata untuk menyudutkan islam saja tetapi juga untuk memecah belah bagi sesama pemeluk agama islam. tuduhan ini juga lebih tertuju kepada mereka yang memakai niqab/cadar dan celana cingkrang. padahal jika dikaji lebih dalam terorisme tidak hanya berlatarbelakang ideology agama melainkan juga melatarbelakangi hal lain seperti etnis memisahkan diri dan ada pemahaman lain yang mendukung gerakan terorisme. Islam sendiri tak pernah membenarkan adanya gerakan terorisme Rasulullah SAW tak pernah mengajarkan ummat nya untuk membunuh ataupun melakukan kekerasan. Bahkan dalam islam membunuh adalah suatu perbuatan yang di haramkan. Banyak surah dalam Al-Qur’an yang menentang adanya suatu tindakan kekerasan ataupun pembunuhan. Dan banyaknya larangan dalam Al-Qur’an tak bisa juga merubah persepsi masyarakat yang memiliki anggapan bahwa islam adalah pelaku utamanya. Maraknya kejahatan terorisme yang terjadi serta beberapa factor pendorong adanya kejahatan ini membuat bangsa kita semakin terpecah belah. Apalagi Indonesia adalah Negara yang mengakui enam agama, antara lain : islam, protestan, katolik, hindu, budha dan konguchu. Kasus terorisme dari beberapa daerah yang merupakan pemeluk agama islam adalah pelaku utamanya sungguh membuat kaum (pemeluk agama islam lainnya) yang tak tau menau tentang kejahatan ini terpojokkan atau mendapat getahnya. Padahal jika dilihat dari logika, pelaku terorisme mungkin saja dia yang tak mengakui adanya tuhan (atheis).

Jadi agama Islam di kaitkan dengan kejadian yang berhubungan tentang terorisme karena setiap ada kejadian tersebut pelaku penembakan atau bom bunuh diri seringkali memakai pakaian tertutup atau niqab yang sering di gunakan oleh wanita muslim, jadi para teroris memanfaatkan pakai annya agar umat muslim tertuduh atas tindakan tersebut dan sering di anggap semua wanita muslim yang mengenakan pakaian tertutup itu teroris. Mungkin ini adalah salah satu cara teroris untuk memecah belahkan antara umat beragama di Indonesia, karena biasanya teroris melakukan aksinya di depan gereja. Tetapi Terorisme bukanlah ajaran Islam, dan bahkan Islam tidak mengajarkan kekerasan, perang yang dilakukan oleh Islam adalah didahului dengan ajakan, dan tidak akan menyerang kecuali Islam terlebih dahulu diserang oleh umat lain. Islam adalah agama damai rahmatan lilalamin yang dibawa oleh Rasulullah saw. Sebagai ajaran kebenaran, mengajak manusia dengan cara-cara yang di Ridho i Oleh Allah swt. Dari sekian banyak dakwah Rasulullah dalam syariatnya, bahkan ajaran yang paling asasi atau dasar adalah menegakkan keadilan dan kebenaran, mencegah berbuat kedzaliman, memerintahkan menyebarkan rahmat (kedamaian), dan melarang pembunuhan dan pertumpahan darah. Jadi jelaskan orang orang yang muslim yang beriman tidak akan pernah melakukan aksi terorisme yang sedang marak saat ini. Adapula anggapan publik tentang aksi teror ini Sebagian orang mengira bahwa tudingan itu hanya sekedar propaganda barat untuk menjatuhkan harga diri kaum muslimin di mata dunia internasional. Sehingga mereka senantiasa menuduh barat sebagai dalang di balik munculnya fenomena radikal semacam itu. Dan Sebagian lagi sebaliknya, mengira bahwa terorisme -dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum merupakan bagian dari jihad fi sabilillah dan tergolong amal salih yang paling utama. Sehingga mereka beranggapan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sosok mujahid dan mati syahid. Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorisme : "Makna sebenarnya dari jihad , mujahid adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama. Terori sering disamakan maknanya dengan arhab. Arhab adalah terambil dari kata arab yang mempunyai arti naik unta yang payah, lelah atau dari kata al-Rahbu yang berarti mata.


Lalu apasih cara agar kita tetap kompak melawan terorisme di negara kita tercinta ini, jadi kita harus saling kompak untuk melawan terorisme dan selalu saling bertoleransi antar umat beragama, jangan takut dan panik karena jika kita ketakutan otomatis para teroris berhasil menjalankan misinya, karena misi teroris adalah untuk memecah belahkan Indonesia. Mari kita semua bersatu melawan terorisme yang sedang terjadi di negara tercinta ini. Baiklah sekian dari saya jika ada kurang atau salah kata saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Wassalamualaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar