Rabu, 28 April 2021

Pembelajaran yang menarik

 Hallo assalamualaikum wr wb. Bertemu lagi dengan saya Nurul Aiman di artikel yang membahas tentang mata kuliah yang menurut saya pembelajaran nya sangat menarik banget. Baik lah pertama tama saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah menyempatkan waktu untuk membaca artikel saya ini. Saya Nurul Aiman mahasiswa semester 2 universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang jurusan manajemen fakultas ekonomi. Di mata kuliah kewarganegaraan di ajar oleh pak Edi yang menurut saya orangnya sangat baik, santai dan humoris banget. Dan menurut saya metode pembelajaran pak Edi sangat lah unik dan menyenangkan, karena apa??? Iyaps benar sekali karena setiap minggu atau setiap pertemuan kita di kasih tugas untuk membuat artikel tentang tema yang sudah di tentukan bersama.menurut saya yang bikin menarik dan seru adalah saat kita terjun langsung mengamati dan mewawancarai seseorang untuk mendapatkan suatu informasi. Jujur sih di awal semester 2 masih kaget kalau tugasnya itu bikin artikel dan itu rutin setiap minggu, karena aku belum pernah bikin artikel artikel dan baru pertama kali saat ada penugasan dari pak Edi, ya namanya juga belajar masih agak susah untuk merangkai kata yang menghasilkan artikel bagus dan sempurna. Dan menurutku yang menjadi tantangan paling berat di awal aku masuk matkul kewarganegaraan yang di ajar pak Edi adalah harus 800 kata minimal di setiap artikelnya woww banget ga tuh wkwkw. Tapi lama kelamaan juga terbiasa dan bahkan kalau sudah curhat di artikel sampe 1000 kata lebih.


Menurutku pembelajaran yang seperti ini bisa mengurangi kemalasan mahasiswa dalam menulis sesuatu dan agar terbiasa membuat artikel artikel tentang wawasan yang ada di dunia agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena semester 1 aku tidak di ajar pak Edi ya wajar lah kalo kaget liat metode pembelajaran nya hehe tapi lama kelamaan aku mendapatkan manfaatnya yaitu bisa sedikit sedikit menuliskan sesuatu sehingga terbentuk artikel yang bisa di baca oleh orang lain dan memberi Manfaat, selanjutnya saya tidak malas untuk menuliskan sesuatu karena sudah terbiasa menulis tugas artikel dari pak Edi dan pastinya bisa lebih kreatif membuat artikel artikel yang menarik. Jadi semenjak semester 2 saya di ajar pak Edi saya lebih bisa merangkai kata kata yang sederhana, dan saya sudah lebih sedikit tidak malas untuk mengetik suatu cerita atau artikel, saya juga sering explore dan mewawancarai orang. Intinya saya sudah berubah sedikit lebih baik dari semester sebelumnya. Saya sangat berterima kasih kepada pak Edi karena telah mengenalkan pembelajaran  seperti ini kepada mahasiswanya. 

Jujur di semester 1 saya tidak pernah membuat karangan cerita atau artikel seperti di semester 2 ini, karena semester 1 semua pembelajaran adalah materi dan menjawab soal saja. Dan di semester 2 ini saya sudah banyak berubah yang awalnya agak males sekarang sudah sedikit melawan Malas dan banyak membuat artikel. Jadi menurut saya pembelajaran seperti apa yang di terapkan pak Edi sangat sangat membantu para mahasiswanya. Terima kasih sekali lagi kepada pak Edi, karena bapak saya sedikit bisa menulis cerita atau artikel meskipun belum perfect. Untuk teman teman sekalian yang telah membaca artikel ini saya ucapkan terima kasih, Sekian dari saya jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya saya akhiri Wassalamualaikum wr wb



Iya, inilah aku dengan kelebihan dan kekurangan yang ada

 Assalamualaikum wr wb. hallo semua sobat pembaca, bertemu lagi dengan saya di artikel lanjutan part 1 Kemaren. Perkenalan saya Nurul Aiman mahasiswa semester 2 universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang jurusan manajemen fakultas ekonomi. Di part 2 ini saya meneruskan cerita part 1 dan di tambah tentang biografi diri saya  hehe. Ngomong ngomong terima kasih ya semuanya sudah mampir untuk membaca artikel saya semoga senang dan bisa menghibur ya. Lngsung saja saya pertama akan menceritakan tentang biografi saya. Hallo aku Nurul Aiman atau di kenal dengan Aiman hehe saya anak kedua tapi kaka ku sudah wafat sejak bayi jadi bisa di anggap anak pertama dan anak satu satunya ye kan, aku lahir di Pasuruan tanggal 05 November 2001, ayah dan ibu ku Sama sama dari Pasuruan. Sejak kecil aku di asuh budhe karena ayah dan ibu aku kerja pulang nya sore dan baru sore aku bertemu ayah dan ibu aku. Sampai aku sekolah di TK MASHITOH aku di antar dan di jemput oleh budhe ku dan di asuh oleh beliau. Saat aku SD aku sudah tidak Di antar ke sekolah cuma tapi tetap di asuh oleh beliau sampai aku kelas 6 SD. Sejak SMP aku sudah berani di rumah sendirian hehe aslinya masih takut tapi memaksakan untuk berani. Ayah dan ibuku kerja seharian untuk di tabung dan diinvestasikan untuk masa depan ku. Kadang pulang jam 9 malem dan aku sendirian di rumah kalau takut ya ke rumah budhe.


Menginjak SMP aku sudah agak mandiri, makan tidak di suapin,baju tidak di ambilin, sepatu dan kaos kaki tidak di siapin. Jadi aku tidak bersama budhe ku lagi tapi setiap hari main ke rumahnya, ketika aku kelas 7 SMP budhe aku sakit dan hampir 1 tahun lebih dan saat aku kelas 8 SMP budhe ku yang menjaga aku mulai dari bayi sampai SMP sudah wafat jujur sedih banget dan aku merasa sangat kehilangan. Sampai aku Sudah memasuki SMK dan mengambil jurusan kimia industri, di SMK ini aku di ajari dan di persiapkan untuk bekerja di perusahaan kimia entah makanan atau minuman dan barang barang lainnya. Jadi 3 tahun di persiapkan untuk bekerja saat lulus. Aku pengen banget kerja di perusahaan kimia besar seperti pabrik minuman terkenal. Saat aku menginjak kelas 12 SMK dan itu pun semester 2 atau semeter akhir aku baru mempunyai keinginan untuk kuliah, padahal temen temen kelas aku sudah mengikuti recruitmen dari perusahaan perusakan besar yang bekerja Sama dengan sekolahku. Jadi kampus yang bener bener menjadi incaran ku adalah Polinema jadi semester 2 aku coba ikut snmpn Polinema tidak lolos jujurly sedih sih tapi tidak tahu diri kalau nilai rapot pas pasan, lalu coba ikut sbmpn Polinema dan yang awalnya test ke sana karena ada pandemi jadi untuk sbmpn 2020 pake nilai raport dan aku tahu kalau raport ku pas pasan tapi aku tetap optimis dong al hasil waktu pengumuman aku belum bisa lolos, dan ya tinggal jalur mandiri aku coba jalur mandiri dan ternyata test nya via online jadi ini kesempatan terakhir untuk membuktikan kepada ayah ibuku dan temen temenku yang telah mendukung aku. Waktu pengumuman aku ga lolos ya Allah sedih dan kecewa banget, aku tidak bisa membuktikan kepada orang tua dan temen temen terdekat aku kalau aku bisa. Dan ya sejak pengumuman aku sedih banget gatau mau ngapain ke depanya mau kuliah kerja atau ngapain aku masih belum mikir sejauh itu. Lalu guru aku coba nyaranin untuk aku kuliah di uin Malang. Pertama di tawari gitu lngsng di dalam hati hahh uin?? Pertama aku ga mau dan sempat menolak dengan alasan pngn nyoba ke Jember dulu. Karena menurutku sendiri diriku ini basicnya bukan islamic banget masa iya kuliah di uin. Semenjak guruku menawari dan memberi saran aku selalu mikir gimana ya kalau aku kuliah di uin? Disana kan metode Islam dan harus ma’had juga tapi disana negeri dan maju. Karena impianku bisa kuliah di campus negeri jadi aku memutuskan untuk daftar jalur mandiri di uin malang dan kenapa aku pindah jurusan karena aku sudah trauma dengan kimia dan sempat membayangkan pengen jadi pengusaha yang sukses jadi aku pngn kuliah di fakultas ekonomi saja , jadi aku daftar dah mengikuti test masuk campus uin awalnya hanya coba coba dan ternyata lolos beneran ya Allah alhamdulillah. Jadi aku kuliah di kampus uin Malang dengan terpaksa heheh. Setelah aku lolos, aku memutuskan untuk pergi ke rumah guru yang telah merekomendasikan ku untuk kuliah ke uin Malang, aku bercerita antara senang dan sedih lolos di uin yang pertama aku senang karena aku masuk jurusan yang akreditasinya A dan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Itu Negeri, selanjutnya aku sedih karena aku sendiri ga terlalu islamic dan ternyata metode pembelajaran di uin Malang 50 % materi Islam atau akhirat dan 50 % materi dunia. Dan akupun bilang kalau aku terpaksa kuliah di uin, lalu guru ku bilang ke aku “mau negeri mau swasta kalau kita niat untuk menuntut ilmu insya alllah ilmu pengetahuan yang kita pelajari akan berkah dunia akhirat”


Dan sampai saat ini aku masih tetap kuliah di universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di jurusan manajemen fakultas ekonomi berkat motivasi dan dukungan dari guru ku. Dan aku ingin jadi pengusaha yang sukses dan bisa memberikan lapangan kerja bagi orang sekitar yang membutuhkan heheh. Semoga bisa tercapai aminnn. Oh iya udah dulu ya cerita dari aku semoga kalian semua suka dan terhibur, terima kasih ya yang telah mampir untuk membaca artikel saya, tungguin part selanjutnya yaa hehe, sekian jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya Wassalamualaikum wr wb.

Motivasi yang tak pernah terlupakan

 Assalamualaikum wr wb. Bertemu lagi dengan saya di blog ini, perkenalkan saya Nurul Aiman dengan nim 200501110248 saya mahasiswa universitas Islam negeri Malang semester 2, jurusan manajemen fakultas ekonomi. Disini saya akan menceritakan tentang motivasi saya sehingga saya bisa berada di posisi sekarang ini, sebelumnya saya berterima kasih kepada pembaca yang sempat membaca artikel ini semoga senang ya. Langsung saja saya akan bercerita tentang motivasi di hidup saya, sebelum saya menuntut ilmu di uin Malang saya bersekolah di SMKN Rembang Pasuruan tepatnya di jurusan kimia industri setelah lulus saya sangat ambisius pengen masuk kampus Polinema tetapi saya tidak ada kesiapan untuk testnya. Setelah itu pembukaan jalur snmpn dan saya daftar tepati tidak lolos, sempet sedih sih tapi emang ga masuk akal soalnya nilai pas pasan tapi berharap lebih, sampai jalur sbmpn di buka saya daftar juga bersama teman saya karena pandemi tidak ada test tulis atau utbk jadi hanya pakai nilai raport sedangkan nilai raport pas pasan dan akhirnya tidak lolos juga. Menyerah? Oh tentu tidak. sampai di bukanya jalur mandiri dan ini adalah pembuktian kepada orang tua dan temen temen aku bahwa aku bisa dan mampu untuk lolos test mandiri ini. Pada saat hari dimana test itu di mulai aku minta doa kepada ayah dan ibuku, dan ternyata setiap malam ibuku berdoa untuk meminta yang terbaik buat aku. Aku mengerjakan soal sesuai kemampuan ku dan sisanya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk ku. Saat pengumuman hasil test ternyata aku belum juga lolos di Polinema. Rasanya sakit bngt kecewa,marah dan sedih jadi satu, jujurly aku kecewa sama diri sendiri dan overthinking karena tidak bisa membuktikan kepada orang tua dan temen temen ku kalau aku bisa. Sejak seusai pengumuman aku masih tidak menyangka kalau aku di tolak 3 kali berturut turut. Sampai tidak sadar bahwa aku telah meneteskan air mata, lngsng aku minta maaf kepada ayah dan ibu aku kalau belum bisa memberikan yang terbaik. 


Setelah itu aku gatau apa yang harus aku lakukan dan harus apa aku ini. Dan Tiba tiba guruku menawarkan kenapa tidak nyoba daftar di uin saja? Atau UMM?. Pertama di tawari gitu lngsng di dalam hati hahh uin?? Pertama aku ga mau dan sempat menolak dengan alasan pngn nyoba ke Jember dulu. Karena menurutku sendiri diriku ini basicnya bukan islamic banget masa iya kuliah di uin. Semenjak guruku menawari dan memberi saran aku selalu mikir gimana ya kalau aku kuliah di uin? Disana kan metode Islam dan harus ma’had juga tapi disana negeri dan maju. Karena impianku bisa kuliah di campus negeri jadi aku memutuskan untuk daftar jalur mandiri di uin malang, dan ternyata lolos alhamdulillah. Jadi saya kuliah di kampus uin Malang dengan terpaksa heheh. Setelah saya lolos saya pergi ke rumah guru yang telah merekomendasikan saya untuk kuliah ke uin Malang saya bercerita saya antara senang dan sedih lolos di uin yang pertama saya senang karena saya masuk jurusan yang akreditasinya A dan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Itu Negeri, selanjutnya saya sedih karena saya ga terlalu islamic dan ternyata metode pembelajaran di uin Malang 50 % materi Islam atau akhirat dan 50 % materi dunia. Dan saya bilang kalau saya terpaksa kuliah di uin, lalu guru saya bilang ke saya mau negeri mau swasta kalau kita niat untuk menuntut ilmu insya alllah ilmu pengetahuan yang kita pelajari akan berkah dunia akhirat. Jadi mau di negeri atau swasta kamu harus tetap niat dan semangat untuk menuntut ilmu ya man, jadi kata kata motivasi itu yang selalu aku ingat sampai saat ini. Saat aku lelah dengan tugas,saat aku males banget,Saat capek, saat ga niat,saat kerjaan numpuk saya selalu mengingat kata kata motivasi dari guru saya yang telah menyarankan saya untuk kuliah di kampus uin Malang. Jadi sampai saat ini saya selalu kontak kontak an dengan beliau selalu memberi kabar dan sesekali bertemu berbincang bincang dan sharing sharing tentang kuliah ataupun yang lainnya. Jadi saya dan guru saya akrab banget.


Jadi kesimpulan yang bisa di ambil dari cerita saya ini adalah jangan memandang campus di mana kalian kuliah mau negeri atau pun swasta yang penting adalah niat dan semangat yang kuat dan ikhlas. Jadi ingat motivasi tadi ya temen temen agar kuliah kita jadi semangat dan ilmu kita bisa bermanfaat aminnnn. Sekian dari saya ya temen temen semoga kalian semua suka ya. Selanjutnya ada cerita part 2 ya tentang diri aku passion dan cita cita aku, tungguin ya di artikel selanjutnya. Terima kasih untuk teman teman yang telah membaca artikel ini semoga suka ya dan memberi manfaat serta motivasi untuk kalian semua, sekian terima kasih Wassalamualaikum wr wb 

Kamis, 08 April 2021

Muslim bukan teroris

 Assalamualaikum wr wb, bertemu lagi dengan saya di artikel ini, pertama Tama saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pembaca yang telah sempat membaca artikel ini semoga bisa menghibur dan menambah wawasan. Disini saya akan membahas tentang terorisme yang sedang marak terjadi di negara kita tercinta ini. Sebenarnya apasih terorisme itu, Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan. Lalu apa sih faktor atau penyebab terjadinya terorisme itu? Berikut contoh faktor penyebab terjadinya aksi teror atau terorisme, yang pertama adalah telah mendapatkan ajaran tentang teror, yang kedua adanya komunitas garis keras pendukung gerakan radikal tersebut yang memberi doktrin kepada pengikutnya baik secara langsung maupun lewat dunia maya. Yang ketiga ideologi yang terlegitimasi dan mengakar, Misalnya mereka memperbolehkan untuk membunuh dan melakukan kekerasan. Di Indonesia sendiri sudah banyak kasus kasus tentang terorisme yang menggemparkan warga mulai dari pembunuhan dan bom bunuh diri, lantas adakah undang udang tentang terorisme di Indonesia? Pastinya ada dong yaitu  Dengan Persetujuan Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk menetapkan UNDANG-UNDANG Tentang Perubahan atas UNDANG-UNDANG Nomor 15 Tahun 2003 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UNDANG-UNDANG Nomor 1 TAHUN 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi  UNDANG-UNDANG. Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi Pasal 1 Dalam Undang-Undang “Tindak Pidana Terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini”.


Lalu kenapa sih agama Islam sering kali di kait kait kan dengan kejadian yang sedang marak terjadi ini? Terorisme seringkali ditudingkan kepada umat Islam, terutama golongan Wahabi/Salafi. tuduhan Islam sebagai pelaku utama dari tindakan teroris ini kini semakin menjadi jadi. Tuduhan itu tak hanya semata-mata untuk menyudutkan islam saja tetapi juga untuk memecah belah bagi sesama pemeluk agama islam. tuduhan ini juga lebih tertuju kepada mereka yang memakai niqab/cadar dan celana cingkrang. padahal jika dikaji lebih dalam terorisme tidak hanya berlatarbelakang ideology agama melainkan juga melatarbelakangi hal lain seperti etnis memisahkan diri dan ada pemahaman lain yang mendukung gerakan terorisme. Islam sendiri tak pernah membenarkan adanya gerakan terorisme Rasulullah SAW tak pernah mengajarkan ummat nya untuk membunuh ataupun melakukan kekerasan. Bahkan dalam islam membunuh adalah suatu perbuatan yang di haramkan. Banyak surah dalam Al-Qur’an yang menentang adanya suatu tindakan kekerasan ataupun pembunuhan. Dan banyaknya larangan dalam Al-Qur’an tak bisa juga merubah persepsi masyarakat yang memiliki anggapan bahwa islam adalah pelaku utamanya. Maraknya kejahatan terorisme yang terjadi serta beberapa factor pendorong adanya kejahatan ini membuat bangsa kita semakin terpecah belah. Apalagi Indonesia adalah Negara yang mengakui enam agama, antara lain : islam, protestan, katolik, hindu, budha dan konguchu. Kasus terorisme dari beberapa daerah yang merupakan pemeluk agama islam adalah pelaku utamanya sungguh membuat kaum (pemeluk agama islam lainnya) yang tak tau menau tentang kejahatan ini terpojokkan atau mendapat getahnya. Padahal jika dilihat dari logika, pelaku terorisme mungkin saja dia yang tak mengakui adanya tuhan (atheis).

Jadi agama Islam di kaitkan dengan kejadian yang berhubungan tentang terorisme karena setiap ada kejadian tersebut pelaku penembakan atau bom bunuh diri seringkali memakai pakaian tertutup atau niqab yang sering di gunakan oleh wanita muslim, jadi para teroris memanfaatkan pakai annya agar umat muslim tertuduh atas tindakan tersebut dan sering di anggap semua wanita muslim yang mengenakan pakaian tertutup itu teroris. Mungkin ini adalah salah satu cara teroris untuk memecah belahkan antara umat beragama di Indonesia, karena biasanya teroris melakukan aksinya di depan gereja. Tetapi Terorisme bukanlah ajaran Islam, dan bahkan Islam tidak mengajarkan kekerasan, perang yang dilakukan oleh Islam adalah didahului dengan ajakan, dan tidak akan menyerang kecuali Islam terlebih dahulu diserang oleh umat lain. Islam adalah agama damai rahmatan lilalamin yang dibawa oleh Rasulullah saw. Sebagai ajaran kebenaran, mengajak manusia dengan cara-cara yang di Ridho i Oleh Allah swt. Dari sekian banyak dakwah Rasulullah dalam syariatnya, bahkan ajaran yang paling asasi atau dasar adalah menegakkan keadilan dan kebenaran, mencegah berbuat kedzaliman, memerintahkan menyebarkan rahmat (kedamaian), dan melarang pembunuhan dan pertumpahan darah. Jadi jelaskan orang orang yang muslim yang beriman tidak akan pernah melakukan aksi terorisme yang sedang marak saat ini. Adapula anggapan publik tentang aksi teror ini Sebagian orang mengira bahwa tudingan itu hanya sekedar propaganda barat untuk menjatuhkan harga diri kaum muslimin di mata dunia internasional. Sehingga mereka senantiasa menuduh barat sebagai dalang di balik munculnya fenomena radikal semacam itu. Dan Sebagian lagi sebaliknya, mengira bahwa terorisme -dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum merupakan bagian dari jihad fi sabilillah dan tergolong amal salih yang paling utama. Sehingga mereka beranggapan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sosok mujahid dan mati syahid. Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorisme : "Makna sebenarnya dari jihad , mujahid adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama. Terori sering disamakan maknanya dengan arhab. Arhab adalah terambil dari kata arab yang mempunyai arti naik unta yang payah, lelah atau dari kata al-Rahbu yang berarti mata.


Lalu apasih cara agar kita tetap kompak melawan terorisme di negara kita tercinta ini, jadi kita harus saling kompak untuk melawan terorisme dan selalu saling bertoleransi antar umat beragama, jangan takut dan panik karena jika kita ketakutan otomatis para teroris berhasil menjalankan misinya, karena misi teroris adalah untuk memecah belahkan Indonesia. Mari kita semua bersatu melawan terorisme yang sedang terjadi di negara tercinta ini. Baiklah sekian dari saya jika ada kurang atau salah kata saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Wassalamualaikum wr wb.

Jumat, 02 April 2021

Minoritas suku Madura di mayoritas suku jawa

Assalamualaikum Temen teman, bertemu lagi dengan saya Aiman. Pertama saya ucapkan terima kasih untuk semua yang telah membaca artikel ini semoga selalu bahagia amin. Saya Nurul Aiman mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, saya menulis ini untuk memenuhi tugas kewarganegaraan. Baiklah di artikel kali ini saya akan membahas tentang kelompok minoritas, nah sebenarnya apasih minoritas itu? Minoritas adalah golongan sosial yang jumlah warganya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan golongan lain dalam suatu masyarakat dan karena itu didiskriminasikan oleh golongan lain. Tetapi kita tidak boleh seenaknya sendiri kepada masyarakat minoritas karena sudah ada Perlindungan hukum terhadap hak asasi kelompok minoritas di Indonesia diatur dalam Pasal 28 D dan Pasal 28 I Undang-Undang Dasar 1945, serta tercantum juga di Pasal 3 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Sedangkan Pasal 27 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant and Political Rights) yang telah diratifikasi dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 mengatur bahwa kelompok minoritas tersebut harus diakui berbagai haknya. Disini saya tidak sendirian karena ditemani oleh saudari Abir yang tinggal di pelosok selatan daerah saya. Di daerah saya bermayoritas atau besar penduduknya dari suku Jawa tetapi di daerah selatan atau pelosok pelosok desa selatan terdapat penduduk dari suku madura, jadi di dalam satu daerah terdapat dua suku dan bahasa yang berbeda tetapi mayoritas besarnya adalah suku Jawa, bagaimana anggapan orang suku Jawa terhadap suku Madura yang tinggal satu daerah? Dan sebaliknya. Langsung saja kita akan bahas sambil bercerita di sini, suku Jawa di daerah saya sangat banyak dan memang bermayoritas suku Jawa hampir seluruh tetapi di ujung selatan ada dusun yang ber suku Madura bahkan sampai ada dusun terpencil yang harus melewati sungai, sawah, ladang dan itupun jalannya sangat tidak layak menurutku. Di dusun itu seluruh penduduknya menggunakan bahasa Madura dan saya sendiri tidak bisa menggunakan bahasa Madura jadi saya memutuskan untuk tidak mewawancarai orang di sana. Langsung saja saya beralih ke dusun yang tidak lumayan pelosok dan disini ditemani saudari Abir seorang mahasiswa yang tinggal di salah satu dusun ber suku Madura. Dia seorang mahasiswa jadi saya bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk berwawancara. Kata saudari Abir dirinya sering merasa di bedakan karena ber suku Madura, dia menceritakan keluh kesah mulai dari suku, bahasa dan penampilan. Yang pertama dia merasa kalau sering di anggap remeh oleh suku Jawa dan setiap apapun selalu di anggap di bawah suku jawa. Dan menurut saya sendiri memang benar dan saya mengetahui saat masih di bangku sekolah karena siswa dari suku Madura di anggap paling bandel dan nakal oleh guru guru padahal tidak semuanya begitu, sering di anggap remeh dalam segala hal. Saudari Abir berpikir seperti itu karena memang terjadi nyata bukan hanya di sekolah saja tetapi di luar sekolah juga. 


Yang Kedua saudara Abir bukan merupakan anak dari suku Madura asli,  karena Abir sendiri seorang anak yang ibu dari suku Madura dan ayah dari negara Arab Saudi tetapi saudari Abir tinggal di daerah Rembang tepatnya di pelosok selatan yang termasuk minoritas suku Madura. Tetapi dia sangat bangga akan suku Madura dan dia kerap menggunakan bahasa Madura di sekolah ataupun di lingkungannya. Karena dia meyakini bahwasan nya dari manapun kita berasal tidak ada yang pantas untuk di hinakan karena semuanya sama saja.Dia sendiri juga yakin kita semua menikmati proses dari orang terdahulu. Suku Madura di kenal memiliki sifat atau karakter keras, kuat dan garang tetapi kata saudari Abir yang membuat miris adalah ketika ada kejadian kekerasan atau kriminal seperti begal perampokan dan lain lain orang suku Jawa sering mengait ngaitkan nya dengan suku Madura. Dan masih saat ini saudari Abir masih bingung kenapa dan atas dasar apa orang suku Jawa selalu menyalahkan atau selalu mengaitkannya dengan orang Madura.


Selanjut nya saudari Abir bercerita kepada saya bahwasannya suku Madura memang mengakui kalau mereka banyak tertinggal jauh dengan orang orang yang berada di suku Jawa maupun sekitarnya, tetapi bukan berarti orang dari suku Madura tidak ingin berpakaian stylish dan mengikuti trend modern tetapi kebanyakan orang dari suku Madura nyaman dengan pakaian yang sederhana dan sering di sebut norak oleng orang suku Jawa di daerah saya. Tetapi kata saudara Abir tingkat kebahagiaan orang itu berbeda beda mungkin alasan suku Madura tidak mengikuti trend karena mereka sudah nyaman dengan pakaian yang sederhana. Orang suku Jawa cenderung senang dan bahagia jika mengikuti trend atau style yang modern sedangkan orang suku Madura masih tetap menggunakan pakaikan yang sederhana.


Sekian artikel dari saya dan saudari Abir. untuk para pembaca terima kasih yang sebesar besarnya. Jika ada kekurangan kata saya mohon maaf yang sebesar besarnya, sekian wasalamualaikum wr wb 

Kamis, 25 Maret 2021

Pengalaman berharga dan sangat menginspirasi




Assalamualaikum wr wb. Bertemu lagi dengan saya Aiman di artikel ini, yang pertama saya ucapkan terima kasih untuk semua yang telah sempat membaca artikel ini. Saya Nurul Aiman dari jurusan Manajemen fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang semester 2, saya menulis artikel ini untuk memenuhi tugas kewarganegaraan saya,terima kasih semuanya. untuk kali ini saya akan menceritakan kisah dari seorang guru saya yang sangat membantu dan mensupport saya selama masa sekolah dulu, jadi saya tidak akan pernah melupakan guru saya ini. Hari ini saya menemui guru saya tersebut yaitu pak Verry seorang guru TIK di SMK Negeri Rembang, beliau mulai mengajar di SMK Negeri Rembang mulai dari 2008 silam. Beliau tidak langsung menjadi guru begitu saja tetapi banyak perjalan yang berliku liku yang di hadapi beliau mulia lulus dari SMA. Beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau sebelum menjadi seorang guru seperti sekarang, Sejak SMP pak very jalan kaki untuk pergi dan pulang sekolah sampai SMA pun beliau berjalan kaki untuk ke sekolah meskipun jarak sekolah dari rumah beliau bisa di katakan cukup jauh dan ditambah lagi setelah pulang sekolah beliau mengikuti Les tambahan yang tempatnya juga jauh dari sekolahnya, setiap hari beliau jalani sampai di dalam hati pernah berkata “kenapa hanya aku yang berjalan kaki sedangkan teman temanku naik sepeda semua”, tapi beliau juga sadar memang keadaan ekonomi keluarga beliau sulit dan kadang untuk membeli beras saja masih kurang apalagi meminta uang saku, karena beliau selalu juara satu jadi selama sekolah beliau tidak pernah membayar uang gedung ataupun yang lainnya jadi beliau bersekolah tanpa membayar apapun karena termasuk siswa berprestasi. setelah itu beliau mulai menulis puisi atau kata  kata di majalah seperti majalah Dodo dan lain lain, katanya setiap beliau menulis 1 karangan beliau di beri upah 15ribu rupiah sementara uang yang beliau dapat ditabung semuanya, setelah lulus sekolah pak Verry mencari pekerjaan selama dua tahun tetapi tidak dapat pekerjaan dan pernah bekerja menjaga toko yang gaji Perbulannya 100 ribu perbulan nya, beliau jalani pekerjaan tersebut selama 5bulan, dan kemudian pak very ikut kakaknya ke tempat kerja kakaknya sampai beliau juga di angkat untuk kerja di sana bersama kakaknya tetapi ibu pak Verry sempat keberatan, beliau bekerja disana selama 6 bulan dan memutuskan untuk pulang ke rumah.


Setelah pulang kerumah pak Verry di terima di pabrik panasonic yaitu salah satu pabrik di kawasan industri pier, kemudian beliau berkuliah di kampus swasta jurusan ilmu komputer. beliau berkuliah sambil bekerja , meski di sambi kerja nilai beliau tidak pernah turun dan selalu mendapatkan beasiswa jadi untuk kuliah tidak perlu membayar, sampai suatu saat ada orang yang bilang ke pada beliau kalau sebenarnya beliau sudah mampu membayar uang kuliah karena sudah bekerja di pabrik dan lebih baiknya beasiswa tersebut di berikan teman beliau yang kurang mampu untuk membayar uang kuliah? Kemudian pak Verry terdiam dan berkata di dalam hati “ benar juga ya, toh saya masih mampu membayar uang kuliah karena saya sudah bekerja, karena perkataan orang tersebut jadi beliau memutuskan untuk memberikan beasiswa tersebut kepada temannya yang kurang mampu untuk membayar uang kuliah, selama perkuliahan pak Verry sering sekali bahkan setiap hari mengerjakan tugas teman teman kelasnya dan bahkan beliau berkata kalau dari fakultas lain datang ke beliau dan meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya dan kata beliau untuk mengerjakan tugas tugas tersebut teman teman bahkan orang lain memberikan pak Verry imbalan karena sudah membantu mengerjakan Tugasnya. Sampai suatu saat sudah memasuki semester 5 dan beliau PKL di sekolah yang lumayan dekat dengan rumahnya yaitu SMK Negeri Rembang dan setelah selesai magang atau PKL beliau melanjutkan kuliah sampai beliau lulus. 


Setelah lulus beliau menjadi guru di sekolah dimana beliau dulu PKL yaitu di SMK NEGERI REMBANG, beliau mulai menjadi guru di sekolah tersebut mulai 2008 dan sampai sekarang ini beliau masih mengajar di sekolah tersebut. Semua yang pak Verry lalui tidak terlepas dari batuan dan dukungan dari keluarga dan yang pling utama ini adalah sudah kehendak Allah. Selain menjadi guru TIK beliau juga menjadi kepala ekstrakulikuler Kelompok Pecinta Lingkungan Hidup atau sering di sebut KPLH. Meskipun pak Verry bukan wali kelas ku tetapi aku menganggap pak very lebih dari itu, karena beliau sering sekali mengingatkan,mengajari, dan memberi motivasi agar aku bisa berubah menjadi lebih baik lagi. menurut pendapat saya sendiri beliau adalah guru yang sangat terbuka kepada murid muridnya dan sangat menginspirasi agar semua murid menjadi lebih baik lagi kedepannya, dan tadi beliau berpesan kepada saya jika mau melakukan sesuatu apapun itu Kita harus ikhlas dan tulus karena jika kita mengerjakan sesuatu dengan ikhlas dan tulus pasti Allah akan memberkahi sesuatu yang kita lalukan dan pasti akan membuahkan hasil yang baik dan sempurna. Pak very selalu memberikan wejangan kepada kita para muridnya untuk selalu menjauhi maksiat termasuk pacaran, bahkan pal very sering mendoakan muridnya yang pacaran agar segera putus wkwkw. Tapi itu semua demi kebaikan kita semua, dan iya yang terpenting dimanapun kita berada jangan pernah lupakan Allah , buat diri kita semakin dekat dengan Allah sedekat dekatnya karena semua yang kita lakukan jika kita dekat dengan Allah semua akan di permudah dan berkah. Intinya semua yang di lakukan murid muridnya pasti selalu beliau dukung selagi itu memang benar, bukan hanya di dukung tapi beliau memberi dorongan agar apa yang kita lakukan itu berhasil dan sukses. Baiklah sekian cerita dari saya, terima kasih pak Verry sudah sempat berbincang bincang dengan saya, sedikit berbincang tetapi banyak pengalaman. terima kasih banyak pak Verry selama ini telah memberi semangat, motivasi,dukungan dan dorongan sampai saya menjadi seperti sekarang ini. Intinya saya berterima kasih sebesar besarnya kepada pak Verry yang seorang sosok guru tanpa membeda bedakan muridnya selalu mendukung, memotivasi, menasihati, membantu dan mendorong semua muridnya untuk menjadi insan yang lebih baik lagi kedepannya, guru yang sangat membantu muridnya meskipun sudah menjadi alumni tetapi beliau menganggap kita semua bukan alumni tetapi tetap siswa atau muridnya yang dulu, banyak kebanggaan banget dan ga bisa berkata apa apa lagi. Intinya saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya. Sekian dari saya teman teman, jika ada kesalahan kata, ketik dan lainnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya karena saya juga pemula, terima kasih telah membaca artikel saya ini semoga semua senang, aminn. Sekian dari saya jika ada kurang lebihnya saya mohon maaf, saya Nurul Aiman mohon pamit undur diri Wassalamualaikum wr. Wb sampai ketemu di artikel selanjutnya temen temen

Senin, 15 Maret 2021

Perjuangan dan kerja keras ayah ibu untuk aku

 Assalamualaikum Wr. Wb. Pertama saya mengucapkan terima kasih karena telah membaca artikel ini semoga cerita ini bisa dibaca dengan senang hati. Perkenalan Saya Nurul Aiman mahasiswa UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG jurusan manajemen fakultas ekonomi, saya menulis cerita ini untuk memenuhi tugas mata kuliah kewarganegaraan saya. Nah Kali ini aku akan bercerita tentang hebatnya kedua orang tua ku yang sudah merawat ku sampai sekarang aku di bangku kuliah, wah gak kebayang kan betapa sayang nya mereka yang telah merawatku, mulai aku di dalam kandungan sampai aku berada di bangku kuliah ini mereka tidak pernah sekalipun mengucapkan kata lelah karena telah merawat aku. Padalah jika aku bayangkan betapa lelahnya orang ku yang telah merawatku selama belasan tahun sepertinya aku tidak bisa se kuat kedua orang tua ku deh. Intinya aku banyak banyak mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kasih sayang yang tulus mereka berikan kepada ku, meski aku tidak bisa membahagiakan mereka sekarang, tapi aku berjanji jika aku sudah lulus kuliah aku akan membalas semua jasa mereka yang sebenarnya tak bisa di tandingi dengan apapun tapi, aku tetap harus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan mereka. 


Aku memiliki ayah dan ibu yang sama sama dari Jawa dan selisih umur mereka pun tidak jauh berbeda, aku sebenarnya anak kedua sih gaes cuman anak pertama atau kakakku sudah wafat saat dia telah lahir dan aslinya aku juga punya adik tetapi ibu aku keguguran waktu kandungannya masih 6bulan an, jadi aku anak ke2 tetapi bisa di sebut anak tunggal wkwk. Hah anak tunggal? Dan yang pertama di pikiran orang orang tentang anak tunggal (Pasti di sayang banget ya? Pasti selalu di turuti keinginannya ya?, pokonya selalu di bolehin izin kemanapun, uang sakunya pasti lebih) pasti gitu kan gaes. Jadi menurutku sendiri anak tunggal itu tidak Hanya berhubungan dengan hal hal di manja sih ya tapi menurutku iya sih bener selalu di kedepankan karena memang anaknya cuma satu wkwk tetapi hal yang bener bener aku perhatikan adalah tenteng reputation dan bagaimana aku harus membanggakan dan tidak mengecewakan mereka karena aku adalah harapan satu satunya mereka, bagaimanapun juga aku harus memberikan yang terbaik karena ayah ibu aku telah memberikan yang terbaik juga kepadaku.


Ngomong ngomong tentang ayah dan ibu aku, ayah dan ibu aku adalah pegawai swasta di perusahaan PT BOX TIME INDONESIA di kawasan industrial PIER mulai mereka belum menikah loh, jadi sudah beberapa puluh tahun yang lalu mereka sudah bekerja dan sampainya mereka bertemu dan akhirnya menikah. Ibu aku pernah cerita sih kalau semasa mengandung aku ibu aku sambil kerja loh wahh gak kebayang kan betapa besar kerja kerasnya, dan ketika aku sudah di lahirkan dapet beberapa bulan ibu aku udah kerja lagi dan aku di asuh kan kepada bibi aku sampai umur 3 tahunan, saat umur 3 tahun aku di asuh oleh nenek dari ayah aku sampai aku sudah sekolah di TK, sejak aku sekolah TK aku di pindah asuh kan ke bibi aku lagi jadi yang ngerwat, mandiin, nyuapin saat makan, nganter sekolah sampai jemput sekolah TK itu bibi aku, jadi aku ketemu ayah dan ibuku hanya di sore hari saja malam tidur dan ketika sudah pagi ayah dan ibu aku berangkat kerja lagi dan sampai aku sudah memasuki SD aku sudah lebih sedikit mandiri cuman tetap di jaga oleh bibi aku. Semua berjalan bahagia meskipun waktu untuk berkumpul cuma sore sampai malam saja, dan saat aku menginjak kelas 3 SD aku tak tau kenapa keluarga aku seperti ada masalah tetapi aku masih biasa saja dan tidak memperhatikan sangat jelas, waktu tetap berjalan dan aku mulai merasa ayah dan ibu aku setiap hari bertengkar dan sampai aku mengetahui sendiri ayah aku menampar ibuku dan aku bersama ibuku di seret dan di suruh tidur di depan rumah itu pertama kali aku mengetahui dan aku merasa hancur banget karena keluarga yang sangat harmonis sekali yang kU tahu tiba tiba saja ada pertengkaran ini dan aku ga habis pikir. Seiring berjalannya hari ibu aku bercerita kepada kU kalau tabungan yang selama ini 

Mereka kumpulkan bersama dengan susah payah itu di habiskan ayah untuk befoya foya dan kata ibuku ayahku sih punya selingkuhan dan ternyata tetangga sendiri ya Allah dia yang merayu ayahku untuk menghabiskan uang tabungan ayah ibuku aku tak tau kenapa ayahku mau entah di guna guna atau apa aku juga gatau, sejak aku tahu kalau tetanggaku sendiri yang telah merusak rumah tangga ayah ibuku pastinya aku sangat kesal apalagi setiap ketemu dia rasanya pengen aku Jambak rambut dan cakar cakar mukanya ,semenjak  itu juga ibuku tak pernah di kasih uang dan aku tak pernah di sapa seperti bukan anaknya. setelah pertengkaran ini setiap hari terjadi, Keesokan harinya Ibu aku memutuskan mengajakku untuk pergi dan tinggal di rumah nenek Ibuku dan aku tinggal di sana sekitar 1 bulanan lebih lah, dan ibu aku sudah ingin menggugat cerai Disitulah aku mulai mikir Kemana mana kenapa ini terjadi pada keluarga kU yang awalnya sangat sangat harmonis dan sekarang hubungan ayah ibuku di ujung tanduk, aku tak ingin ayah dan ibuku cerai jadi setiap hari aku berdoa sekiranya jangan sampai mereka cerai namanya juga anak kecil masih butuh seorang ayah dan ibu untuk menuntutnya menuju pintu suksesnya, aku gatau dan aku bahagia banget tiba tiba ayah aku menjemput ibuku untuk pulang kerumah Kita tetapi ibu tidak mau , dan ayahku menjemput lagi minggu depannya tetapi ibuku terap tidak mau, sampai ke-3 kalinya ayahku menjemput ibuku dan aku bingungnya ibuku mau dan kita pulang ke rumah, sesampai di rumah tiba tiba ayah minta maaf dan mengatakan kalau  tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi, setelah permasalahan ini selesai Ayah aku berjanji untuk menabung kembali hasil kerja keras mereka berdua untuk masa depan kita semua. 


Semua berjalan harmonis seperti semula, kita memiliki rumah yang kecil dan sangat sederhana, karena ibu aku ingin memiliki rumah yang sedikit lebar jadi ingin menabung dan membeli tanah, seiring berjalannya waktu 2 tahun kemudian  ayah dan ibu aku membeli tanah dan membangun rumah dan itu aku ingat aku masih kelas 8 SMP ketika rumah yang di impikan ibuku selesai kami bertiga pindah kerumah yang baru, gk lama kemudian ayah menginginkan untuk beli mobil dan akhirnya ayah dan ibuku menabung lagi dan 1 setengah tahun kemudian ayah dan ibuku memutuskan untuk membeli mobil, saat aku sudah memasuki sekolah SMK ayah dan ibu aku bertanya pada ku kalau ingin kuliah apa kerja dan aku sih spontan bilang kalau aku pngn kerja karena gatau kenapa aku tidak tertarik sama sekali untuk kuliah, meski tidak kuliah ayah dan ibuku Tetap menabung. Sampai di saat aku kelas 12 SMK semeter 1 aku masih tetap berkeputusan bulat untuk kerja jadi aku tidak ada keinginan untuk kuliah nahh entah apa yang terjadi gaada angin gaada hujan tiba tiba di semester 2 SMK aku pngn banget kuliah nah langsung tuh pulang sekolah bilang ke ayah dan ibu kalau aku pngn banget kuliah dan kata ayah ibuku sih semua terserah aku karena semua aku yang jalanin, tapi ibu aku bertanya apakah sudah siap untuk kuliah, apakah sudah siap untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi, ya bener juga sih karena waktunya sudah mepet pendaftaran SNMPN dan SNMPTN dan aku belum belajar apapun untuk tes masuknya. Aku dulu pengen banget kuliah di politeknik negeri Malang jadi aku ikut tes SNMPN dan Ketika pengumuman SNMPN aku ga lolos ya karena memang seleksi nilai sih, saat ada jalur SBMPN tuh ikut tapi tetep ga lolos dan ada tes mandiri politeknik negeri Malang tetapi aku mikir kalau jalur mandiri pasti mahal tetapi kata ibu aku suruh nyoba saja dan nasib tidak beruntung aku tidak lolos jalur mandiri dan di tolak Polinema 3x berturut turut. Saat itu aku udah Down banget karena emang gaada persiapan dan mepet banget , saat Aku Down bener bener ayah dah ibu aku nyemangati dan selalu SUPPORT apapun keinginanku jadi ketika ada tes mandiri tertulis UIN MALANG coba daftar deh dan ikut tesnya ternyata lolos ya meski ga sesuai ekspektasi tapi tetep bersyukur bisa di terima di perguruan tinggi negeri dan sampai saat ini ayah dan ibu aku selalu SUPPORT aku di saat aku lelah ngerjakan tugas mereka selalu menghibur ku, terima kasih ya Allah telat mempertemukan ku dengan orang tua yang sangat sangat baik dan pekerja keras demi kebahagiaan ku. Intinya banyak banget ucapan terima kasih dari aku untuk ayah ibu, terima kasih selalu mendukung aku, selalu menguatkan aku, selalu menuruti keinginanku, selalu memenuhi kebutuhanku mulai dari kecil sampai saat ini. Mungkin ucapan terima kasih ini tidak cukup untuk membalas jasa jasa kalian selama ini. Aku berpesan intinya jangan sampai mengecewakan orang tua kita selagi masih ada karena di luar sana banyak orang yang tidak memiliki orang tua, jadi jangan sampai membuat mereka kecewa, jangan sia Siakan orang tua selagi mereka masih ada, karena  kalau mereka sudah tiada pasti menyesal dan penyesalan itu tiada gunanya. 


Pesan yang ingin aku sampai kan ke ayah dan ibuku adalah terima kasih selama ini telah membesarkan Aiman, selalu memberikan yang terbaik , maaf aku belum bisa membalas Budi dan belum bisa membuat kalian bahagia tetapi aku janji suatu saat aku akan bahagiain kalian. Gaada lagi kata selain terima kasih yang sebanyak banyaknya. Intinya kelian adalah orang tua terkuat ku


Sekian dari saya jika ada kekurangan dan kekeliruan kata saya mohon maaf sebesar besarnya ya, terima kasih telah membaca artikel ini teman teman, saya akhiri terima kasih Wassalamualaikum Wr. Wb.