Rabu, 03 Maret 2021

Seni hadrah al-banjari di Pasuruan

 Seni Hadrah Al-Banjari di Pasuruan


Assalamualaikum wr wb. Saya Nurul Aiman Mahasiswa UIN Maliki malang semester 2, disini saya tidak sendirian dan akan di temani oleh bapak ro yaitu seorang anggota al banjari sejak belasan tahun. Disini saya dan bapak ro akan membahas tentang seni hadrah al banjari ini. Langsung saja seni hadrah al-banjari merupakan salah satu seni yang bernuansa islami. Disebut al-banjari karena alat musiknya adalah terbang serta aturan memukul terbangnya berasal dari banjarmasir. Eits meski berasal dari luar pasuruan, kesenian ini sudah sudah bermasyarakat di kota pasuruan sejak bertahun tahun lalu. Menurut orang orang yang mendengarkannya, hadrah al banjari ini memiliki keistimewaan tersendiri  karena suara yang bertalu talu dan di tambahi bass serta vocal yang merdu membuat para pendengar luluh di dalam musiknya tersebut.


Nah, sekarang kita akan bahas seni hadrah al-banjari yang ada di kota pasuruan ini. Seni hadrah al banjari ini sering sekali di mainkan di berbagai acara, contohnya acara pernikahan, khitanan,penyambutan orang penting, imtihan, wisudah, dan acara acara hari besar islam seperti peringatan maulid nabi SAW, peringatan isra’ mi’roj, peringatan 1 muharram dan lain lain. Bahkan di kota pasuruan ini setiap minggu sekali pasti ada rutinan seperti kumpul untuk arisan ada yang ibu ibu dan untuk bapak bapak. setiap perkumpulan pasti pembukaannya adalah dengan memainkan hadrah al-banjari ini jadi ga kaget kalua seni hadrah al banjari ini sudah sangat bermasyarakat di kota pasuruan, bukan hanya di kota saja tetapi di desa desa terpencil dari kota pasuruan sudah banyak dan hampir setiap desa ada grup al-banjari ini. Wow impressive.


Festival al-banjari sepasuruan raya??? Yapss banyak sekali festival atau kontes kontes lomba seni hadrah al banjari. Mulai tingkat kecamatan, kabupaten bahkan provinsi yang ada di kota pasuruan. Biasanya ada yang dari sekolah sekolah sepasuruan raya dan ada yang umum atau dari desa untuk ikut serta memeriahkan acara tersebut. Dan sering banget loh kegiatan festival al-banjari ini di adakan tapi sebelum pandemi, dan bagaimana keadaan festival,tanggapan pernikahan,khitanan dan lain lainnya. Saya sudah bertanya kepada bapak ro tentang keadaan seni hadrah al-banjari di masa pandemic ini, menurut bapak ro “keadaan kesenian hadrah al banjari dimasa pandemi ini sangat turun drastis dan hampir tidak di mainkan sama sekali. Bahkan tanggapan acara pernikahan,khitanan dll tidak ada lagi”. Tapi kata bapak ro sendiri keadaan seni hadrah al-banjari ini turun drastis di awal pandemi, seiring perjalanan bulan di masa pandemic ini kata bapak ro mulai ada sedikit peningkatan mulai bulan November sampai saat ini, karena acara pernikahan dan khitanan sudah di perbolehkan oleh pemerintah kabupaten pasuruan jadi tanggapan seni hadrah al-banjari ini sudah ada sedikit peningkatan. Tapi untuk kegiatan besar seperti festival al-banjari masih belum ada atau dibuka selama ini, karena masih masa pandemic pemerintah kabupaten pasuruan belum memperbolehkan acara besar seperti festival al-banjari, doakan saja semoga bisa segera selesai pandemic ini agar semua kegiatan dapat berjalan seperti semula sebelum pandemic, aminnnn.


Kegiatan seni hadrah al-banjari di desa saya sendiri yaitu desa ketapan pekoren, disini ada dua kelompok, yang pertama oleh kelompok perempuan biasanya dimainkan oleh ibu ibu fatayat yang setiap seminggu sekali mengadakan rutinan di hari minggu mulai jam 13.30 – 15.00, sebenarnya sih rutinannya hari jumat dan minggu tetapi yang memainkan hadrah al banjari ini di hari minggu sebagai pembukaan dan mengiringi pembacaan maulid diba’. 

Yang kedua dari kelompok laki laki, bukan hanya bapak bapak tetapi para pemuda di desa saya ikut serta organisasi ini . seni hadrah al banjari di mainkan di pembukaan rutinan acara arisan oleh penduduk desa yang laki laki di hari senin malam mulai pukul 19.30 – 21.00 acaranya adalah pembacaan maulid diba’ dan shalawatan. Selain hari minggu di hari rabu juga ada kegiatan rutinan pembacaan maulid diba dan khataman yang pembukaannya dengan memainkan seni hadrah al banjari. Dan setiap hari kamis setelah shalat maghrib biasanya ada rutinan pembacaan maulid diba’ baik di musholla atau masjid , pembacaan maulid diba’ sambal di iringi oleh hadrah-albanjari. jadi menurut bapak ro seni hadrah al-banjari ini tidak akan hilang ataupun luntur karena sudah turun temurun dan menjadi tradisi tersendiri. Makanya seni hadrah al-banjari ini sudah sangat bermasyarakat di kota pasuruan, karena hampir semua acara atau kegiatan sering menampilkan seni hadrah al banjari ini, bukan hanya di kota saja ya tetapi di desa desa terpencil sudah ada dan sudah di manfaatkan secara baik.


Baiklah sekian dari saya dan bapak ro tentang berbagi pengalaman yang bertema seni hadrah al-banjari di desa ketapan pasuruan. Untuk bapak ro terima kasih sudah berbagi ilmu dan pengalaman tentang seni hadrah al banjari ini, semoga bisa bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membaca ini, sekian dari saya apabila ada kekurangan, kesalahan kata,dan kekeliruan mengetik saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Semoga seni hadrah al-banjari ini tetap terus berkembang dan selalu ada. Dan yang terpenting semoga pandemic ini segera berakhir agar semua kegiatan Kembali seperti semula aminnnn. Baiklah saya undur diri terima kasih wasallamualaikum wr wb. Terima kasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar